Anind Phone Slideshow: Anind’s trip to Kediri, Jawa, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Kediri slideshow. Take your travel photos and make a slideshow for free.

PROPOSAL SKRIPSI

PROPOSAL SKRIPSI
PENGARUH PROFESIONALITAS GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
 TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X DI SMAN 1 KEDIRI

A.     Latar Belakang
            Profesionalitas adalah suatu usaha untuk mencapai tingkat profesional. Dibidang pendidikan dijelaskan dalam PP No. 38 Tahun 1992, yaitu tentang tenaga pendidikan. Tenaga kependidikan dibentuk melalui pendidikan.[1] Pendidikan adalah proses untuk memberikan manusia berbagai macam situasi yang bertujuan memberdayakan diri.Pendidikan seumur hidup bermakna bahwa pendidikan adalah bagian dari kehidupan itu sendiri.Pengalaman belajar dapat berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hayat.[2]
Guru yang profesional adalah orang yang terdidik dan terlatih dengan baik, serta memiliki pengalaman yang kaya di bidangnya.[3] Menurut Zakiah Daradjat (1992: 39), guru adalah pendidik profesional, karena secara implisit ia telah merelakan dirinya menerima dan memikul sebagian tanggung jawab pendidikan yang terpikul di pundak para orang tua.Guru dalam Islam adalah orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan anak didik dengan mengupayakan seluruh potensinya, baik potensi afektif, potensi kognitif, maupun potensi psikomotorik.

 
Faktor yang tidak kalah menentukan dalam proses pembelajaran guna meraih tujuan pendidikan adalah profesionalitas seorang guru. Oleh karena itu, guru dituntut unuk profesional dalam menjalankan tugasnya. Seorang guru yang profesional akan selalu melakukan sesuatu yang benar dan baik.
Kompetensi profesionalisme guru antara lain: seorang guru mengetahui hal-hal yang akan diajarkan, sehingga ia dituntut untuk terus belajar dan mencari beragam informasi tentang materi yang akan diajarkan; menguasai keseluruhan bahan materi yang akan disampaikan pada anak didiknya; mempunyai kemampuan menganalisis materi yang diajarkan dan menghubungkannya dengan konteks komponen-komponen secara keseluruhan melalui pola yang diberikan Islam tentang bagaimana cara berpikir dan cara hidup yang perlu dikembangkan melalui proses pendidikan; mengamalkan terlebih dahulu informasi yang telah didapat sebelum disajikan kepada anak didik; mengevaluasi proses dan hasil pendidikan yang sedang dan sudah dilaksanakan; memberi hadiah dan hukuman sesuai dengan usaha dan upaya yang dicapai anak didik dalam rangka memberikan persuasi dan motivasi dalam proses belajar.[4] Dengan kompetensi yang ada, maka guru bisa menggunakannya sebagai acuan untuk membantu menumbuhkan minat belajar siswa.
Kepribadian guru yang utuh dan berkualitas sangat penting karena dari sinilah muncul tanggung jawab profesional sekaligus menjadi inti kekuatan profesional dan kesiapan untuk  selalu mengembangkan diri. Tugas guru adalah merangsang potensi peserta didik dan mengajarnya supaya belajar.Guru tidak membuat peserta didik menjadi pintar.Guru hanya memberikan peluang agar potensi itu ditemukan dan dikembangkan.[5]
Kondisi belajar-mengajar yang efektif adalah adanya minat dan perhatian siswa dalam belajar. Minat merupakan suatu sifat yang relatif menetap pada diri seseorang.Minat ini besar sekali pengaruhnya terhadap belajar sebab dengan minat seseorang akan melakukan sesuatu yang diminatinya.Dengan demikian, pada hakikatnya setiap anak berminat terhadap belajar, dan guru sendiri hendaknya berusaha membangkitkan minat anak terhadap belajar.[6]
Berdasarkan uraian di atas maka masalah profesionalitas guru sangat penting, dan terkait dengan itu, peneliti merasa tertarik untuk mengadakan penelitian dengan tema “PENGARUH PROFESIONALITAS GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X SMAN 1 KOTA KEDIRI”, sedangkan penulis memilih tempat di SMAN 1 Kota Kediri berdasarkan alasan di SMAN 1 Kota Kediri adalah salah satu SMAN di Kediri yang mempunyai kualitas siswa yang baik. Hal ini dibuktikan dengan para lulusannya yang dapat melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi ternama di Indonesia, seperti UGM Yogyakarta, STAN Jakarta, ITS Surabaya, UNIBRAW Malang, dan IPB Bogor serta perguruan tinggi lainnya. Lulusan-lulusan ini pastilah dicetak oleh tangan-tangan profesional guru. Seperti beberapa tahun yang lalu ada satu guru yang menjadi guru terbaik nasional sehingga di kirim ke negeri korea.

B.     Rumusan Masalah
          Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat dikemukakan beberapa permasalahan sebagai berikut:
1.             Bagaimanakah profesionalitas guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 1 KOTA KEDIRI?
2.              Bagaimanakah prestasi siswa  kelas X di SMAN 1 KOTA KEDIRI?
3.             Adakah sinergisitas antara profesionalitas guru Pendidikan Agama Islam dengan prestasi belajar siswa kelas X di SMAN 1 KOTA KEDIRI?.

C.      Tujuan Penelitian
            Adapun tujuan penulis mengadakan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.                  Untuk mengetahui profesionalitas guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 1 KOTA KEDIRI.
2.                  Untuk mengetahui prestasi belajar siswa kelas X di SMAN 1 KOTA KEDIRI.
3.                  Untuk mengetahui sinergisitas antara profesionalitas guru Pendidikan Agama Islam dengan prestasi belajar siswa kelas X di SMAN 1 KOTA KEDIRI.

D.     Kegunaan Penelitian
Adapun kegunaan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Secara teoritis
Dapat dijadikan acuan penelitian untuk perkembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam ilmu pendidikan.
2.      Secara praktis
Dapat dijadikan sebagai masukan, bahan pertimbangan bagi guru atau pendidik serta menyadari bahwa profesionalitas guru merupakan aspek yang harus diperhatikan dalam meningkatkan prestasi  belajar siswa.
a)   Secara umum skripsi ini dapat berguna bagi dunia pendidikan, khususnya yang behubungan dengan topik terkait, yaitu pengaruh profesionalitas guru dalam hubungannya dengan peningkatan prestasi siswa kelas X di SMAN 1 KOTA KEDIRI.
b)  Sebagai usaha untuk meningkatkan profesionalitas guru sehingga akan berdampak kepada prestasi belajar siswa kelas X di SMAN 1 KOTA KEDIRI.
c)   Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagaimana pengaruh profesionalitas guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X di SMAN 1 KOTA KEDIRI.
d)  Untuk memperluas cakrawala keilmuan sebagai wujud partisipasi pengembangan ilmu bagi penulis
e)   Sebagai bahan pertimbangan bagi mahasiswa STAIN Kediri untuk penelitian selanjutnya.

E.      Hipotesis Penelitian
Ho :       Tidak terdapat sinergisitas antara profesionalitas guru Pendidikan Agama Islam terhadap prestasi belajar siswa kelas X di SMAN 1 KOTA KEDIRI.
Ha :        Terdapat sinergisitas antara profesionalitas guru Pendidikan Agama Islam terhadap prestasi belajar siswa kelas X di SMAN 1 KOTA KEDIRI.

F.      Ruang Lingkup Pembahasan
Ruang lingkup dalam penelitian sangat penting, sebab untuk memberikan batasan supaya jangan sampai terjadi kerancuan ataupun tumpang tindih didalam jalanya penelitian. Oleh sebab itu, didalam penulisan skipsi ini penulis mengambil ruang lingkup pembahasan masalah terhadap pengaruh profesionalitas guru terhadap prestasi belajar siswa kelas X di SMAN 1 KOTA KEDIRI, maka penulis akan memberikan batasan tentang apa yang menjadi obyek, subyek dan variabel masalah yang diteliti:
1.        Obyek dari penelitian ini ialah profesionalitas guru SMAN 1 KOTA KEDIRI.
2.        Subyek penelitian ini ialah guru kelas X SMAN 1 KOTA KEDIRI.
3.        variabel dalam penelitian ini ada dua yaitu:
a)   Profesionalitas Guru merupakan usaha yang dilakukan oleh guru untuk menuju profesional.
b)  Prestasi belajar adalah nilai-nilai yang diambil dari nilai rata-rata raport siswa kelas X SMAN 1 KOTA KEDIRI yang meliputi pengetahuan umum maupun khusus.
Variabel prestasi belajar adalah nilai hasil raport semester I tahun ajaran 2011-2012 dan hasil ulangan harian, UTS dan UAS.

G.     Definisi Operasional
            Berkenaan dengan judul “PENGARUH PROFESIONALITAS GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP PRESTASI SISWA KELAS X DI SMAN 1 KOTA KEDIRI”, maka perlu dijelaskan maksudnya dari istilah-istilah yang terdapat dalam judul tersebut, yaitu:
1.      Profesionalitas adalah suatu usaha untuk mencapai tingkat profesional. Dibidang pendidikan dijelaskan dalam PP No. 38 Tahun 1992, yaitu tentang tenaga pendidikan. Tenaga kependidikan dibentuk melalui pendidikan.[7]
2.      Guru, menurut Zakiyah Darajat adalah pendidik profesional karena secara implisit ia telah merelakan dirinya menerima dan memikul sebagian tanggung jawab pendidikan yang terpikul di pundak para orang tua.[8]
3.      Pendidikan ialah bantuan yang diberikan dengan sengaja kepada anak  dalam pertumbuhan jasmani maupun rohaninya untuk mencapai tingkat dewasa.[9] Noeng Muhadjir mamaknai pendidikan sebagai upaya terprogram, mengantisipasi perubahan sosial oleh pendidik-mempribadi membantu subyek-didik dan satuan sosial berkembang ke tingkat yang labih baik dengan jalan yang normatif juga baik.[10]
4.      Agama, menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah kepercayaan terhadap Tuhan (dewa dsb) dengan ajaran kebaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan itu.[11]
5.      Islam, menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah agama yang diajarkan oleh Nabi Muhamad SAW,  berpedoman pada kitab suci Al Qur’an yang diturunkan ke dunia melalui wahyu Allah SWT.[12]
6.      Prestasi belajar adalah penilaian usaha kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk angka, huruf atau simbol yang dapat mencerminkan hasil yang dicapai oleh siswa dalam periode tertentu.[13] Dan prestasi belajar disini adalah nilai yang diperoleh siswa dalam nilai raport siswa.
7.      Siswa Kelas X merupakan siswa yang sedang duduk di bangku pertama pada kelas X dalam jenjang menegah keatas di SMAN 1 Kota Kediri.
8.      SMAN 1 KOTA KEDIRI adalah lembaga pendidikan menengah atas pertama yang ada di kota kediri. Sekolah yang terletak di jalan veteran ini, dibangun pada masa penjajahan Belanda. Kualitas lulusannya pun sudah bagus, salah satunya adalah Pramono Anung yang sekarang menjabat sebagai wakil ketua DPR RI.
Jadi yang dimaksud dengan judul tersebut adalah pengaruh dari profesionalitas guru dalam konteks proses belajar mengajar yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X SMAN 1 KOTA KEDIRI. Dengan adanya keberadaan profesionalitas dalam jiwa guru, maka guru akan dengan mudah menerapkan metode mengajar apa yang cocok dengan siswa kelas X SMAN 1 KOTA KEDIRI sehingga pelajaran pun menyenangkan dan siswa pun akan dengan mudah menerima pelajaran.

H.    METODE PENELITIAN
1.       Rancangan Penelitian
Menurut Mardalis, metode disini diartikan sebagai “suatu cara atau teknis yang dilakukan dalam proses penelitian”. Sedangkan penelitian itu sendiri diartikan sebagai “upaya dalam bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta dan prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati dan sistematis untuk mewujudkan kebenaran”.[14]
Sehubungan dengan permasalahan yang akan diangkat yaitu tentang "Pengaruh Profesionalitas Guru Pendidikan Agama Islam Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X di SMAN 1 KOTA KEDIRI" maka  penelitian yang penulis gunakan merupakan jenis penelitian kuantitatif. Dalam rancangan penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif. Menurut Sumanto metode deskriptif yaitu “merupakan data untuk menguji hipotesis yang berkaitan dengan status atau kondisi obyek yang diteliti pada saat dilakukan penelitian”.[15]
Penelitian ini akan meneliti dua variabel, yakni variabel bebas (x) dan variabel terikat (y) yang diduga mempunyai pengaruh. Variabel (x) yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah profesionalitas guru pendidikan agama Islam yang mengajar di SMAN 1 KOTA KEDIRI. Sedangkan variabel (y) yakni yang berupa prestasi belajar siswa kelas X di SMAN 1 KOTA KEDIRI yang dituangkan dalam nilai raport. Dengan menguji dua variabel tersebut diharapkan dapat terjawab permasalahan dalam penelitian yaitu pengaruh profesionalitas guru pendidikan agama Islam terhadap prestasi belajar siswa kelas X di SMAN 1 KOTA KEDIRI.  Terkait dengan mata pelajaran yang diberikan oleh guru tersebut, dalam mata pelajarannya berpengaruh pada prestasi belajar siswa kelas X  tersebut.

2.   Populasi dan Sampel
a)       Populasi
 Menurut Sumanto, Populasi adalah “keseluruhan dari jumlah subyek penelitian. Hal ini dimaksudkan apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam  wilayah penelitian”.[16]
Dalam penelitian kuantitatif, penentuan populasi merupakan langkah yang harus dilakukan sebelum melakukan kegiatan penelitian. Menurut Sugiyono populasi adalah “ wilayah generalisasi yang terdiri atas subyek atau obyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian untuk ditarik kesimpulan”.[17] Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa di SMAN 1 KOTA KEDIRI.
b)     Sampel
     Sampel merupakan sekelompok yang dipilih untuk mewakili seluruh kelompok yang menjadi generalisasi kesimpulan yang diperoleh. Menurut Sugiono, sampel adalah “sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi”.[18]
Untuk menentukan ukuran sampel yang praktis maka harus menggunakan tabel dan nomogram seperti yang tergambar dibawah ini:


 







Dari responden siswa kelas X sebanyak 300 siswa. Bila dikehendaki kepercayaan sampel terhadap populasi 95 % atau tingkat kesalahan 5 % maka jumlah yang diambil 45 % ( tarik angka 300 melewati taraf kesalahan 5 % maka akan ditemukan titik diatas 50, titik itu kurang lebih 45 ) 45 % dari 300 siswa adalah 135 siswa.
       Berdasarkan nomogram tersebut, maka penulis dalam penelitian ini mengambil sampel dengan maksud untuk mempermudah penelitian dalam menganalisis data. Sampel yang penulis gunakan adalah sampel kuota atau quota sample yaitu tehnik sampling yang dilakukan tidak mendasarkan diri pada jumlah yang sudah ditentukan.[19] Dikarenakan kelas X bersifat paralel ada 9 kelas, dari jumlah 360 dibagi dengan 9 kelas tersebut maka hasil yang diperoleh 40  siswa perkelas.
   Berdasarkan nomogram tersebut, maka penulis dalam penelitian ini mengambil sampel dengan maksud untuk mempermudah penelitian dalam menganalisis data. Sampel yang penulis gunakan adalah sampel kuota atau quota sample yaitu tehnik sampling yang dilakukan tidak mendasarkan diri pada jumlah yang sudah ditentukan.[20]

3.     Instrumen Penelitian
Untuk memperoleh data hasil penelitian yang sempurna, maka penulis menggunakan instrumen-instrumen sebagai pengumpul data, sebagai jawaban dari masalah-masalah dalam penelitian ini instrumennya ada beberapa metode-metode antara lain :
a.       Angket
        Metode angket merupakan serangkaian atau daftar pertanyaan yang disusun secara sistematis, kemudian diisi oleh responden, setelah diisi, angket dikembalikan kepada peneliti. Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang profesionalitas guru dalam mengajar.
b.  Pedoman Observasi.
          Obsevasi adalah pengamatan dan pencatatan dengan sistematika fenomena yang disediakan. Ditujukan pada guru dan siswa yng menjadi objek penelitian untuk menggali data berkaitan dengan :
1)     Profesionalitas  guru pendidikan agama Islam.
2)     Prestasi  belajar siswa.
c.       Pedoman Dokumentasi
                    Metode dokumentasi adalah salah satu metode pengumpulan data yang digunakan dalam metodologi penelitian sosial. Pada intinya yang digunakan untuk menelusuri data histories. Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang hasil belajar atau nilai siswa dan data lain yang berhubungan dengan penelitian. Pedoman dokumentasi ini peneliti gunakan sebagai :
1)     Alat untuk mengetahui berapa jumlah guru dan siswa.
2)     Alat untuk mengetahui prestasi belajar siswa.
.
d.       Pedoman Interview
                Pedoman interview digunakan sebagai alat untuk menanyakan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan penelitian yang tentunya langsung dijawab oleh responden.

4.   Metode Pengumpulan Data.
            Pengumpulan data adalah semua bentuk penerimaan data yang dilakukan dengan cara merekam kejadian, menghitungnya, mengukurnya, dan mencatatatnya.[21]
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pengumpulan data sebagai berikut :
a.       Metode  Angket
Menurut Suharsimi Arikunto bahwa sejumlah pertanyaan yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti tentang pribadinya.[22]
Tehnik pengumpulan data dengan menggunakan penyerahan atau mengirimkan daftar pertanyaan untuk diisi sendiri oleh responden. Untuk memudahkan dalam menggunakan tehnik ini, tentu saja para responden harus mempunyai tingkat pendidikan yang memadai untuk dapat membaca dan menuliskan jawabannya.
Adapun metode angket ini kami gunakan sebagai alat untuk mencari data tentang profesionalitas guru pendidikan agama Islam kelas X di SMAN 1 KOTA KEDIRI, yang akan diisi oleh siswa.
Angket yang digunakan adalah angket langsung tertutup yaitu angket yang langsung diberikan kepada responden serta jawaban yang diberikan sudah tersedia sehingga responden tinggal memilih jawabannya.
b.      Metode Observasi
Menurut Sutrisno Hadi yaitu “pengamatan dan pencatatan dengan sistematik fenomena-fenomena yang diselidiki secara langsung maupun tidak langsung.”[23]
Metode ini kami gunakan sebagai alat untuk mencari data profesionalitas guru pendidikan agama Islam di SMAN 1 KOTA KEDIRI.
c.  Metode Dokumentasi
Menurut Suharsimi Arikunto, yaitu “metode yang digunakan untuk mencari data mengenai hal- hal atau variabel yang berupa catatan agenda, buku dan sebagainya.”[24]
Dalam metode ini penulis gunakan  untuk memperoleh data tentang daftar guru dan staf, daftar siswa, struktur organisasi sekolah, sarana dan prasarana.
d.   Metode Interview
Metode wawancara yaitu proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan responden atau orang yang diwawancarai.[25]
Data yang diperoleh dengan wawancara ini, mengenai informasi tentang hal-hal yang berkenaan dengan sejarah berdirinya SMAN 1 Kota Kediri, lokasi SMAN 1 Kota Kediri, visi, misi, dasar dan tujuan pendidikan di SMAN 1 Kota Kediri, sistem pengelolaannya, struktur organisasi SMAN 1 Kota Kediri, dan keadaan siswa SMAN 1 Kota Kediri.
           
5.     Analisis Data
Menurut Masri Singarimbun dan Sofyan Efendi, analisa data adalah “suatu proses penyederhanaan data dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterprestasikan.”[26]
Setelah data terkumpul, maka langkah berikutnya adalah mengolah dan menganalisa data, untuk membuktikan atau menguji hipotesis yang telah dirumuskan dengan menggunakan tehnik statistik. Dengan menentukan skor profesionalitas guru pendidikan agama Islam terlebih dulu dan prestasi belajar siswa. Kemudian menguji hipotesis kerja (Ha) antara variabel bebas (x) dalam hal ini adalah profesionalitas guru pendidikan agama Islam tersebut dan variabel terikat (y) prestasi belajar siswa. 
Dalam hal ini, peneliti menggunakan teknik koefisien “Correlation Product Moment“ dengan rumusan sebagai berikut :
            r=                        
Keterangan:
rxy  : Angka indeks korelasi “r” product moment ( antara x dan y)
∑xy : Jumlah perkalian antara skor (x) dan skor (y)
∑x   : Jumlah satuan skor (x)
∑y               : Jumlah satuan skor (y)
N                 : Number of Cases ( Jumlah sampel).[27]

Dari rumus diatas maka diperoleh nilai korelasi (xy) kemudian r akan dikonsultasikan dengan nilai r dalam tabel product moment, sehingga dapat diketahui diterima atau tidaknya hipotesis yang diajukan. Interpretasi dengan menggunakan tabel harga kritik dari “r” Product Moment maka langkah yang diambil adalah:
Tabel interprestasi nilai r
Besarnya nilai r
Interprestasi
Antara 0,00 – 0,20


Antara 0,20 – 0,40

Antara 0,40 – 0,70

Antara 0,70 – 0,90

Antara 0,90 – 0,100
Antara variabel X  dan variabel Y memang terdapat korelasi, akan tetapi korelasi itu sangat lemah atau sangat rendah sehingga korelasi itu diabaikan atau dianggap tidak ada korelasi

Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi yang lemah atau rendah

Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi yang sedang atau cukup

Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi yang kuat atau tinggi

Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi yang sangat kuat atau sangat tinggi [28]

Setelah diketahui nilai product moment, langkah selanjutnya adalah  memberi interpretasi terhadap hasil perhitungan“rxy”dengan menggunakan tabel nilai koefisien korelasi “r” product moment, namun terlebih dahulu dicari derajat frekuensinya (df) dengan rumus sebagai berikut:
df = N – Nr
Keterangan:
df  =  Derajat frekuensi
N  =  Jumlah responden
Nr = Banyak variabel.[29]

dengan variasi-variasi /lembaga faktor lain berdasarkan koefisien korelasinya.[30]









DAFTAR  PUSTAKA
A. Sahertian, Piet.  Profil  Pendidik  Profesional .Yogyakarta  :  Andi  Offest, 1999.
Soyomukti, Nurani. Teori-teori Pendidikan .Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2010.
Kunandar. Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan Sukses dalam Sertifikasi Guru .Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007.
Nurdin, Muhamad. Kiat Menjadi Guru profesional .Jogjakarta: Prismasophie, 2004.
Nurdin, Syafruddin. Guru Profesional dan Implementasi Kurikulum .Jakarta: Ciputat Pers, 2002
Usman, Uzer. Menjadi Guru Profesional .Bandung: Remaja Rosdakarya, 2003.
Daien Indrakusuma, Amir. Pengantar Ilmu Pendidikan .Surabaya: Usaha Nasional, 1973.
Muhadjir, Noeng. Ilmu Pendidikan dan Perubahan Sosial .Yogyakarta : Rake Sarasin, 2000.
Penyusun Kamus Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Tim. Kamus Besar Bahasa Indonesia .Jakarta : Balai Pustaka, 1997.
Tirtonegoro, Sutratinah.  Anak Supermoral dan Progam Pendidikannya (Jakarta : Bina Aksara, 1989.
Mardalis, Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal  .Jakarta: Bumi Aksara, 1995.
Sumanto, Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan .Yogyakarta: Andi Offset,1995.
Sugiono, Statistik Untuk Penelitian .Bandung : Alfa Beta, 2009.
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek .Jakarta : Rineka Cipta, 1998.
Hadi, Sutrisno. Metodologi Research II .Yogyakarta : Fakultas UGM, 1991.
Bungin, Burhan. Metodologi Penelitian Sosial (Format-Format Kuantitatif dan Kualitatif)  .Surabaya: Airlangga University Press, 2001
Singarimbun, Masri dan Sofyan Efendi, Metodologi Penelitian Survey .Jakarta: Pustaka, 1990.
Sudijono, Anas. Pengantar Statistik Pendidikan .Jakarta : Raja Grafindo, 2001.
Usman, Husaini. Metodologi Penelitian Sosial .Jakarta: Bumi Aksara, 1998.





PENGARUH PROFESIONALITAS GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
 TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X DI SMAN 1 KEDIRI
PROPOSAL SKRIPSI
Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Pada
Mata Kuliah “Metodologi Pendidikan”

Dosen Pengampu:
Drs. Iskandar Tsani M.Ag.
Description: C:\Users\Axioo\Pictures\Logo Stain Kediri Warna.JPG
Disusun Oleh:
M. Burhanudin Harun       9321.179.09

JURUSAN TARBIYAH PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KEDIRI
(STAIN KEDIRI)
2011


 


[1] Piet  A. Sahertian,  Profil  Pendidik  Profesional ,  (Yogyakarta  :  Andi  Offest, 1999), 36.
[2] Nurani Soyomukti, Teori-teori Pendidikan (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2010), 27.
[3] Kunandar, Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan Sukses dalam Sertifikasi Guru , (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007), 36
[4] Muhamad Nurdin, Kiat Menjadi Guru profesional, (Jogjakarta: Prismasophie, 2004), 155.
[5] Syafruddin Nurdin, Guru Profesional dan Implementasi Kurikulum, (Jakarta: Ciputat Pers, 2002), 24.
[6] Uzer Usman,Menjadi Guru Profesional, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2003), 27.
[7] Piet  A. Sahertian,  Profil  Pendidik  , 36.
[8] Muhamad Nurdin, Kiat Menjadi, 156.
[9] Amir Daien Indrakusuma, Pengantar Ilmu Pendidikan, (Surabaya: Usaha Nasional, 1973). 27.
[10] Noeng Muhadjir, Ilmu Pendidikan dan Perubahan Sosial, (Yogyakarta : Rake Sarasin, 2000), 7.
[11] Tim Penyusun Kamus Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta : Balai Pustaka, 1997), 9.
[12] Ibid,. 340.
[13] Sutratinah Tirtonegoro, Anak Supermoral dan Progam Pendidikannya (Jakarta : Bina Aksara, 1989), 93.
[14] Mardalis, Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal  (Jakarta: Bumi Aksara, 1995), 24.
[15] Sumanto, Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan (Yogyakarta: Andi Offset,1995), 77.
[16] Ibid.,102.
[17] Sugiono, Statistik Untuk Penelitian (Bandung : Alfa Beta, 2009), 55.
[18] Ibid,. 81.
[19] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek ( Jakarta : Rineka Cipta, 1998),130

[20] Ibid,. 130.
[21] Ibid,. 225.
[22] Ibid,. 124.
[23] Sutrisno Hadi, Metodologi Research II, ( Yogyakarta : Fakultas UGM, 1991 ), 136
[24] Suharsimi Arikunto, Prosedur…….,131.
[25] Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Sosial (Format-Format Kuantitatif dan Kualitatif)  (Surabaya: Airlangga University Press, 2001).Hal 133
[26] Masri Singarimbun, Sofyan Efendi, Metodologi Penelitian Survey (Jakarta: Pustaka, 1990), 203.
[27] Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan (Jakarta : Raja Grafindo, 2001), 193.
[28]  ibid., 180.
[29] Ibid., 181.
[30] Husaini Usman, Metodologi Penelitian Sosial (Jakarta: Bumi Aksara, 1998),5

1 komentar:

Anind mengatakan...

PERTAMAXXX

Poskan Komentar